Program Pengabdian Masyarakat

Program Pengabdian Masyarakat

PROGRAM HIBAH KEGITAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT DARI SIMLITABMAS DIKTI


Program Hibah dari SIM-LITABMAS DIKTI yang dapat diambil/diakses oleh dosen tetap UBHARA JAYA, Sebagai berikut:

1. Program Ipteks Bagi Masyarakat (IbM)

Ditlitabmas mencoba menerapkan paradigma baru dalam kegiatan PPM yang bersifat Problem Solving, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak tunggal. Tujuan program pengabdian IbM adalah membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi, membantu menciptakan ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, meningkatkan keterampilan berpikir atau keterampilan lain yang dibutuhkan.

2. Program Ipteks Bagi Kewirausahaan (IbK)

Ditlitabmas merumuskan suatu program dengan misi menghasilkan wirausaha-wirausaha baru dari kampus, melalui program terintegrasi dengan kreasi metode yang diserahkan sepenuhnya kepada penyelenggara IbK. Misi program IbK adalah memandu perguruan tinggi menyelenggarakan unit layanan kewirausahaan yang profesional, mandiri, berwawasan knowledge based economy. Tujuan dari program pengabdian IbK adalah menciptakan wirausaha baru mandiri yang berbasis ipteks, meningkatkan keterampilan manajemen usaha bagi masyarakat industri, menciptakan metode pelatihan kewirausahaan yang cocok bagi mahasiswa PkM/PkM lainnya/ mahasiswa yang sedang merintis usaha/alumni wirausaha

3. Program Ipteks Bagi Produk Ekspor (IbPE)

Program IbPE merupakan satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penerapan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi, berlangsung selama tiga tahun. Persoalan yang ditangani meliputi seluruh aspek bisnis usaha kecil atau usaha atau menengah sejak bahan baku sampai ke pemasaran produk. demikian juga persoalan produksi dan manajemen perusahaan, menjadi bidang garapan wajib IbPE. Tujuan program IbPE adalah untuk memacu pertumbuhan ekspor produk indonesia melauli pertumbuhan pasar yang kompetitif, meningkatkan pengembangan UKM dalam merebut peluang ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran, mempercepat difusi teknologi dan manajemen masyarakat perguruan tinggi ke masyarakat industri, mengembangkan proses link & match antara perguruan tinggi, industri, pPemda, dan masyarakat luas

4. Program Ipteks Bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbIKK)

Berkaitan dengan upaya pengembangan budaya knowledge based economy, perguruan tinggi perlu diberi akses dalam wujud knowledge and technopark yang memanfaatkan pengetahuan, pendidikan maupun riset dosen. Hasil riset perguruan tinggi yang merupakan inovasi baru dan mempunyai nilai ekonomis serta mendapat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti hak cipta, paten, merupakan aset yang sangat berharga bagi pertumbbuhan dan perkembangan IbIKK. Tujuan program IbIKK adalah untuk mempercepat proses pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi, membantu menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru, menunjang otonomi kampus perguruan tinggi melalui perolehan pendapatan mandiri atau bermitra, memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa, mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi bagi masyarakat, membina kerjasama dengan sektor swasta termasuk pihak industri dan sektor pemasaran.

5. Program Ipteks Bagi Wilayah (IbW) 

Tujuan program IbW adalah untuk menciptakan kemandirian, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi kepakaran masyarakat perguruan tinggi, kemampuan dan kebijakan Pemkab/Pemkot seperti tertuang dalam RPJMD, non RPJMD dan potensi masyarakat, menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi Pemkab/Pemkot dan/atau masyarakat serta secara langsung atau tidak langsung berpotensi mempengaruhi kenyamanan kehidupan masyarakat.

6. Program Ipteks Bagi Wilayah antara PT-CSR atau PT-PEMDA-CSR

Program Ipteks bagi Wilayah yang dilaksanakan bersama Pemda dan telah direspons Pemda dan Perguruan Tinggi dengan baik selama tiga tahun terakhir, dinilai tepat menjadi partner aplikasi misi Corporate Social Responsibility, CSR bagi masyarakat. Dana program IbW-CSR bersumber dari Ditlitabmas dan satu atau lebih CSR sedangkan IbW-PEMDA-CSR dari Ditlitabmas, APBD Pemda dan satu atau lebih CSR.

7. Program Hi-Link

Program ini merupakan kerjasama antara perguruan tinggi dengan industri dan Pemda dengan beberapa ketentuan sebagai berikut, kontribusi industri mitra dan Pemda diwajibkan dalam bentuk tunai, teknologi yang dialihkan oleh perguruan tinggi kepada industri mitra harus mulai diterapkan sejak tahun pertama di industri mitra, sambil melakukan terus penyempurnaan dalam bentuk penelitian terapan dari teknologi tersebut, kerjasama ini dapat berlangsung diluar provinsi lokasi Perguruan Tinggi dengan mempertimbangkan efektifitas program dari segi pengeluaran biaya perjalanan. diharapkan Tim Pengusul juga bekerjasama dengan rekan pakar dari Perguruan Tinggi yang ada diwilayah sasaran.



string